Minggu, 06 Desember 2009

Petaniq yg melarat.......

Derita Petani Miskin

Sabtu, 06-12-2008 15:11:43 oleh: ROSI SUGIARTO
Kanal: Opini

“Melarate wis entek-entekan (miskinnya sudah habis-habisan),” demikian keluh seorang istri petani di sebuah desa di Lamongan Jatim, memaknai kehidupannya yang selalu terjerembab dalam perangkap kemiskinan. Begitulah gambaran kehidupan wong cilik yang semakin merana.
Maka alangkah tidak adilnya ketika APBN lebih banyak dihabiskan untuk membangun gedung-gedung kantor yang semakin mewah dan full AC, membeli mobil-mobil dinas yang makin mewah, menaikkan gaji pegawai, pejabat, dan anggota DPR/DPRD yang sudah jauh melampaui UMR. Sementara, orang kecil tertatih-tatih dalam derita.
Petani mau beli pupuk saja harus antre. Apa-apa antre; beli minyak, beli bensin. Cari makan setengah mati, makan nasi aking saja sudah syukur. Beli tahu tempe saja sudah susah. Semakin banyak balita dilanda gizi buruk, semakin banyak insan dilanda kelaparan.
Maka benarlah apa yang dikatakan Rhoma Irama dalam syair lagu “Indonesia”:
“Seluruh harta kekayaan negara
Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya
namun hatiku selalu bertanya-tanya
mengapa kehidupan tidak merata
Yang kaya makin kaya
yang miskin makin miskin.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar